Saturday, 5 November 2016

(Menonton Film) Train To Busan; Kill Zombie Without Gun

Bekerja sebagai manager perusahaan saham ternyata tidak membuat keluarga Seok Woo (Gong Yoo) bahagia. Kehilangan sosok istri adalah buah yang ia dapat. Kehidupan yang dipenuhi pengorbanan tersebut membuatnya tidak ingin kehilangan satu-satunya putri cantik yang ia miliki. Ia pun berusaha memenuhi keinginan Sang Hwa (Dong-seok Ma) dengan membawanya ke Busan, bertemu istrinya dengan menggunakan KTX. Namun perjalanannya tidak semulus yang direncanakan. Mereka dihadang zombie-zombie yang menyeramkan. Sampai pada ahkirnya sang putri kesayangan harus merelakan kepergian ayahnya yang tercinta. Berbanding terbalik dengan keinginan Sek Woo.

source: hollywoodreporter.com
KEMARIN. Pukul setengah dua belas malam, saat melihat review subjektif seorang kawan di media sosial yang mengatakan "hell yeah" pada Train To Busan (2016), melahirkan hasrat untuk menyaksikannya.

Berlatar di sebuah kereta api, di mana zombie-zombie menyeramkan mengejar orang-orang di dalamnya, film bergenre thriller yang satu ini benar-benar membuat jantungku dag-dig-dug.

Aku bukan huge fans dari film-film Korea Selatan, tapi film tersebut tanpa kusadari masuk ke dalam daftar Korean Movie favoritku. Satu peringkat di bawah Miracle in Cell No. 7 yang kurasa masih meninggalkan "mantap" di dalam relung hatiku.



Aku masih tidak percaya kalau Train To Busan yang memiliki judul asli "Busanhaeng" pernah ditayangkan di festival film Cannes.

Berhasil meraup 5,5 juta dollar pada hari pertama, Train To Busan yang disutradai oleh Yeon Sang-Ho berhasil membuatku mengatakan anjir berulang-ulang kali.

1 jam 58 menit merupakan waktu yang cukup untuk mengetahui apakah film ini buruk atau tidak. But yes, film ini benar-benar cihuyyy.

Sepakat kalau zombie adalah salah satu ikon film horor yang paling populer di dunia. Nah, Train To Busan sangat memahami itu dengan menambah visual effect yang menajubkan.

Meski plot-nya cukup biasa saja. You know, ada kelompok tertentu menyebarkan virus, lalu tersebar ke seluruh penjuru dunia dengan cara saling menggigit dan kemudian masyarakat yang di dalamnya berusaha bertahan hidup. Dengan kata lain, so "Walking Dead" banget.

Namun, bagi penonton yang ingin mencari pengalaman baru "penuh darah", Train To Busan menyediakannya dengan sisipan sindiran sosial menusuk dan elemen melodrama khas Korea Selatan yang sukses membuat karakter dalam Train To Busan ini membekas. Karakter favoritku adalah anak gadis yang diperankan Dong-seok Ma.

Baru-baru ini aku terlalu banyak membaca buku-buku PR (Public Relations), jadi aku tidak bisa lepas dari stereotip kalau Train To Busan telah berhasil menjual KTX (Korea Train Express) dan rasa penasaran untuk menjelajahi Korea Selatan, termasuk Busan.



Source: brandmajor.com

Dan juga, bisa dibilang Train To Busan merupakan tabok-an kuat bagi orang-orang di Hollywood. Invasi Pop Culture memang datangnya dari Negeri Paman Sam, namun tidak bisa dipungkiri kalau penguasa Pop Culture wilayah asia saat ini adalah Korea Selatan.

Bahkan invasi itu melebihi India dengan Bollywood-nya. Mereka (para sinemas, penulis, dan musisi asal Korea Selatan) berusaha merentangkan sayap dengan merambah berbagai jenis industri hiburan.

Seperti yang ditulis Eka Kurniawan dalam blog-nya: "Saya tak akrab dengan kesusateraan Korea, tapi tampaknya mereka tengah berusaha menggenjot kesusateraan mereka agar dikenal secara global... Jika urusannya cuma itu, kesusateraan negara mana pun asal ada uang dan kemauan pasti sudah merjalela."

Uang. Aku rasa untuk yang satu itu Indonesia bisa melebihi apa yang dilakukan negara-negara lain, iya enggak?


Source: filmedinether.com

Terlepas dari apakah Indonesia mampu menandingi Korea Selatan dalam Pop Culture, aku masih ingin membicarakan Train To Busan.


Satu hal yang masih anjir bagiku, mereka (Train To Busan) menampilkan orang-orang yang membunuh Zombie tanpa menggunakan senjata api.

Meski terlihat jelas bahwa scene mengikat tangan dengan isoslasi sangat mirip dengan yang dilakukan Brad Pitt dalam "World War Z". Tetap saja hal itu adalah tamparan keras untuk "Resident Evil" dan "Walking Dead" yang menembaki kepala Zombie. BW


Seandainya aku berada di KTX saat itu, aku akan memikirkan bagaimana cara agar orang ini bisa kulempar di lautan Zombie. Sumpah, karakter orang ini bikin kesal berlipat-lipat ganda.

0 comments:

Post a Comment