Friday, 6 January 2017

(Nyobain) Kenangan di dalam Pudding Conello

KEMARIN. Setiap orang memiliki kenangan masing-masing terhadap camilan yang dikudapnya.

Tak tergantikan, meskipun telah masuk ke rongga mulut, tertanam indah di dalam perut, dan dicerna dengan baik oleh asam lambung, yang pada akhirnya membuat kudapan itu mengerucut.

Seperti halnya Pudding Conello: rasanya manis, dilapisi taburan coklat yang menggugah selera; terkadang juga asin bercampur gurih, lantaran keju yang menghiasai bagian permukaannya. Wajar bila camilan seperti Pudding Conello meninggalkan kenangan setelah memakannya.


Nggak mau bagi-bagi!

Memang, pudding merupakan salah satu sajian penutup yang terkenal mainstream, bisa ditemukan di mana saja.


Berbekal kreativitas yang tak terbatas, cewek berumur 25 tahun yang sering berjualan online di akun Path pribadinya (Devita Ayu Faradilla) telah mengolah sajian pudding dengan inovasi terbaru.

Tersedia dengan dua pilihan rasa: coklat dan keju. Pudding Conello bisa dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

Teksturnya yang lembut membawa cerita tersendiri dalam pengalaman bersantap. Devita mengaku, kalau membuat Pudding Conello itu mudah. Tak perlu waktu lama untuk bisa menghidangkannya.

Bahan-bahan yang digunakan juga gampang dicari. Aku terkejut ketika cewek gendut yang sekaligus kawanku di bangku kuliah itu mengkombinasikan cocoa, maizena, gelatin, gula, telur, dan air panas untuk bisa menciptakan Pudding Conello.

Kemudian, ia meletakkannya ke dalam wadah yang higenis dan praktis agar mudah di bawa ke mana-mana.


Apa? Mau Minta? Beli kelesss!

Jujur, tanganku gatal dan aku selalu berusaha menahan diri untuk tidak memesan Pudding Conello di akun line: devitaayufl.

Setelah mengingat kembali bahwa aku adalah huge fan of everything about chocolate, aku rela membayar 55 ribu untuk satu kotak Pudding Conello. BW

4 comments: