Monday, 1 January 2018

Apa Saja yang Terjadi di Kota Samarinda Selama 2017?

KEMARIN. Tidak lengkap rasanya jika di awal tahun ini Bengkuring Weekly (BW) tidak menguraikan momen berharga Kota Samarinda sepanjang 2017.

Pada kesempatan yang baik ini, aku ingin mengingatkan kembali capaian yang ditempuh Kota Tepian (julukan Samarinda) selama kurang lebih satu tahun.

Mau setuju atau atau tidak, inilah Kaleidoskop Kota Samarinda 2017, versi Bengkuring Weekly.

Desain ciamik Jembatan Mahkota II. Source: kaltim.prokal.co

___

Bea Cukai Samarinda Musnahkan Ribuan Batang Rokok

Pada pertengahan 2017, Bea Cukai Samarinda berhasil mengamankan serbuan barang ilegal di Kaltim. Barang ilegal itu didominasi 4,5 juta batang rokok dan 780 botol minuman keras.

Barang-barang ilegal hasil temuan Bea Cukai Samarinda. Foto: dokumentasi pribadi

Selain itu, Bea Cukai Samarinda juga membumihanguskan barang ilegal lain, yakni obat-obatan, suplemen, alat bantu seks, handphone, dan obat kecantikan.

Mengutip informasi dasar mengenai barang sitaan ilegal ini, kebanyakan barang ilegal tersebut berasal dari Tiongkok.


Botol Miras Berbagai Merk Dilindas Alat Berat

Berikutnya kabar dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Samarinda yang berhasil menyita 2.030 botol/kaleng miras berbagai merk.

Kepala Satpol PP Samarinda, AKBP Ruskan saat menunjukkan botol-botol miras yang bakal dihancurkan. Foto: dokumentasi pribadi.

Sebagai upaya menciptakan situasi yang kondusif di Samarinda, pihak Satpol PP, Selasa (19/12/2017), menghancurkan barang haram tersebut dengan melindasnya menggunakan alat berat berupa buldozer.

Terbayang nggak, berapa kerugian yang diterima para pedagang miras tersebut. Tapi nggak urus sih. Selama hal itu bisa menjauhkan generasi muda Kota Tepian dari perilaku negatif setelah meneguk air hina tersebut. Standing applause buat Pemkot Samarinda.


Jembatan Mahkota Achmad Amins


Belum lama ini, Wali Kota Samarinda Syahire Jaang menyematkan nama pendahulunya yakni Achmad Amins (Wali Kota Samarinda ke-8 periode 2000-2005 dan 2005-2010) pada Jembatan Mahkota II.

Fokus ke jembatannya ya!

Itu diakrenakan almarhaum H Achmad Amins adalah penggagas dibangunnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sambutan dan Palaran tersebut.

Meski pengerjaan jembatan itu sendiri memakan waktu 14 tahun (2003-2017), at least, warga Kota Tepian tak perlu lagi khawatir mencari jalur alternatif saat Jembatan Mahakam dilanda kemacetan.


PHRI Kaltim Melarang LGBT Buat Pesta Akhir Tahun


Menjelang akhir tahun kemarin, dengan tegasnya Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim mengeluarkan pernyataan:

Melarang seluruh hotel di Samarinda, mengakomodir atau memberi izin kepada kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk menggelar pesta tahun baru.

Source: abcnews.go.com

Ini dilakukan karena sebelumnya terendus kabar undangan melalui media sosial bahwa LGBT ingin merayakan kemenangannya.
___

Yap, itulah tadi beberapa catatan Kota Samarinda di tahun 2017. Harapannya, di tahun 2018 Bengkuringnish (pembaca Bengkuring Weekly) bisa bersama-sama menjaga kota kita tercinta ini menjadi lebih baik lagi.

Bukan maksud hati ingin menggurui, alangkah baiknya jika perbuatan tersebut dimulai dari diri kita sendiri. BW

1 comment: