Sunday, 1 April 2018

The Not Important Thing (1)

KEMARIN. Sejaku dulu, aku selau menjadikan blog ini sebagai wadah menyalurkan unek-unek. Maunya sih, ingin dipakai sebagai media curhat di kala senang atau pun gembira. Namun, masih banyak hal penting yang harus disoroti lebih dalam.

Nah, kemarin, saat lagi sibuk ngerapiin folder di PC, aku mendapati tulisan-tulisan nyeleneh yang sampai sekarang masih nggak percaya pernah membuatnya. Kebanyakan tulisan dibuat khusus untuk berlatih membuat straight news, cerpen, hingga esai. Bahkan sesekali aku menggabungkan antara berita dengan cerpen. Sehingga terjadilah fiksi semerawut yang kalau dilihat secara saksama akan memusingkan kepala si pembaca.

Just remember, semua nama dalam tulisan ini merupakan tokoh fiktif. Terlebih cerita yang disuguhkan, semuanya waluh belaka. Hanya saja, latar yang aku gunakan merupakan lokasi nyata.

___

Source: Viva.co.id

Minggu, 06 Juli 2014

Demam Piala Dunia - Sorak Sorai Warung Jamu

Bengkuring. Suasana meriah terlihat di Bengkuring, Kelurahan Sempaja Selatan (setelah pemekaran, sekarang daerah itu berganti menjadi Sempaja Timur), Samarinda Utara. Udara dingin tidak menghalangi warga yang tinggal di daerah Jl Pakis untuk mengadakan acara nonton bersama Piala Dunia 2014.

Pertandingan sepakbola antara Argentina melawan Belgia yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta di Tanah Air tadi malam mengundang hati warga untuk menggelar acara nobar (nonton bareng) di sebuah depot jamu. Bengkuringnish, sebutan lain dari warga Bengkuring, yang datang ke tempat itu sangat antusias. Lantaran pertandingan kali ini merupakan babak penentuan menuju semi-final.

"Pokoknya Argentina harus menang, biar nanti di final ketemu Brazil," ujar Slamet, Bengkuringnish yang datang di acara bergelar World Cup Jamu tersebut.

Sambil menunggu kick-off yang dimulai pukul 00.00 Wita, sejumlah Bengkuringnish menggelar meja, bermain kartu dengan taruhan kecil. Warga yang tidak mempunyai uang, membunuh waktu dengan bermain game Clash of Clan.

"Biasanya kalau nunggu piala dunia, saya menambah Giant dan Goblin untuk menyerang clan lain," kata Saprol, yang nampak seperti anak Tuyul saat diwawancarai.

Terlepas dari semua itu, salah satu tetua Bengkuring, Frangki Sinatra mengaku senang dengan aktivitas warga selama Bulan Ramadan. Ia mengatakan kalau kegiatan seperti ini harus diadakan setiap minggu.

"Saya sangat gembira melihat Bengkuringnish yang beramai-ramai memasang layar lebar untuk melihat jagoan mereka bertanding," ungkapnya. BW

___

Jika memang ada warga Bengkuring yang secara sengaja maupun tidak membaca postingan ini, aku harap ia mau menceritakan pengalaman mereka di kolom komentar. Sehingga menjadi inspirasi Bengkuring Weekly untuk terus mengisahkan keindahan Bengkuring. ;)

1 comment: