Monday, 16 April 2018

Petuah dari 10 Penulis Terbaik Indonesia

KEMARIN. Percaya atau tidak, lahirnya blog di dunia telah memberikan banyak manfaat untukku. Aku bisa menulis apa saja, mulai dari soal lezat-tidaknya sebuah hidangan, catatan kecil seusai traveling ke suatu tempat, hingga berpendapat atas pendapat orang lain di media sosial.

Blog memang tempat yang pas untuk belajar menulis dan berbagi informasi. Namun sayang, banyak orang mandek di tengah jalan lantaran berpikir bila membangun sebuah blog diperlukan kemampuan menulis, desain, teknik memotret, dan coding. Padahal yang dibutuhkan hanya niat.

Memang, mencari uang lewat blog atau monetizing adalah tujuan utama para blogger. Sebelum mengarah ke sana, alangkah baiknya menjadikan blog sebagai alat mencari ilmu. Aku jamin, kegiatan blogging bakal lebih menyenangkan.

Source: soviet-art.ru

Jika kendalanya adalah mempercantik blog, tak perlu khawatir, kalian bisa lihat caranya di sini. Kebetulan, aku salah satu fans dari pemilik blog tersebut.

Dan jika batu penarungnya adalah bingung harus memulai dari mana, mungkin petuah 10 penulis terbaik Indonesia ini bisa membantu kalian menemukan inspirasi. I tell you something, it's work to me everytime I read it.


Maggie Tiojakain

Untuk memulai menulis, kamu harus:1) Kembangkan obsesi kamu. 2) Jangan terlalu lama mencari inspirasi. 3) Observasi perluas wawasan.


Source: maggietiojakin.com

Sebagai seorang penulis, dia telah menerbitkan banyak buku. Ketika menjadikan membaca sebagai hobi, buku kumcer miliknya, Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa adalah buku yang pertama kali aku beli. Dia juga banyak menerjemahkan karya penulis luar negeri di situs fiksilotus.com.


Dewi 'Dee' Lestari


Lakukan aja dulu. Nggak mungkin buat tulisan yang langsung bagus. Jangan takut gagal. Menulis butuh jam terbang.


Source: islamlib.com

Karya penulis yang satu ini paling banyak digemari. Tak sedikit karyanya diadopsi menjadi sebuah film. Tak salah kalau wejangan Dee menjadi pemicu semangat penulis pemula.


Djenar Maesa Ayu


"Hidup ini sendiri memang fiksi. Sering kali hanya imajinasi."

Source: sumber.com

Serius, kalian harus baca karyanya yang berjudul Nayla. Bingung? Sama. Itulah kenapa kalian harus lebih banyak karyanya.


Andrea Hirata

Menulis itu passion. Tanyakan pada diri sendiri, apakah benar-benar ingin menulis?


Source: pepnews.com

Aku berani bertaruh, rata-rata orang Indonesia pasti pernah membaca novel fenomenal Laskar Pelangi. Setidaknya, kalau belum pernah membaca, paling nggak ya menonton filmnya.


Ahmad Fuadi


Menulis adalah salah satu cara menjadi manusia terbaik menuju tuhan.

Source: viva.co.id

Hmmm... penulis trilogi 5 Menara ini membuka pikiranku kalau menulis juga termasuk ibadah. Iya nggak sih? 


Arswendo Atmowiloto

Menulis itu tidak sulit, hanya saja kita tak pernah memahaminya. Sehingga tak terbiasa.

Source: radioidola.com

Dari semua karyanya, aku paling suka Imung, cerita tentang detektif cilik yang sarat akan makna budaya. Namun dia lebih dikenal masyarakat Indonesia dengan seri Keluarga Cemara.


Seno Gumira Ajidarma

Fungsi sastra sama pada setiap zaman, dia membongkar tabu.

Source: bbc.com

Orang-orang yang mengikuti perkembangan menulis di era Orde Baru, pasti tidak asing dengan Seno Gumira Ajidarma. Aku sendiri suka sekali membaca kumcernya yang berjudul Saksi Mata, sebuah tulisan yang menggambarkan situasi di Timor Timur. Sekarang, jejak rekammnya bisa ditemukan di panajournal.com.


Raditya Dika

Keresahan merupakan premis utama. Mulailah menulis dengan keresahan.

Source: wowkeren.com

Terakhir kali aku dengar tentang Raditya Dika, dia tengah sibuk membangun channel youtube-nya.


Eka Kurniawan

Menulis: pertama kita meniru, kedua memodifikasi.

Source: nytimes.com

Tentang Eka, coba saja cek di sini!


Budi Dharma

Menulis adalah keuletan dan proses, bukan bakat. Temukan momen. Harus dicari, bukan ditunggu sampai muncul.

Source: thejakartapost.com

Orang-Orang Bloomington dan Kritikus Adinan adalah antologi cerpen yang paling pertama kutemukan saat bertandang ke perpustakaan.

___

Dapat disimpulkan bahwa menulis adalah sebuah proses yang harus dilakukan berulang-ulang. Untuk dapat memulainya, terlebih dahulu kita harus mencintainya. Bahkan dalam hal apapun, jika dilakukan atas dasar cinta, semuanya akan terasa mudah. Ciyeee...

Terlebih, jika ingin mahir menulis, kita harus perluas wawasan dengan membaca. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu, kemampuan menulis akan bertambah dan akan terus bertambah. 

Membuat karya tulis memang gampang-gampang susah. Dari berbagai buku yang telah aku baca, sedikit orang beranggapan bahwa menulis itu gampang. Sudah menemukan inspirasi? BW

1 comment: